Di dalam tafsinya, Imam Ath Thabari menjelaskan pengertian ulil amri. Setelah memaparkan berbagai atsar yang membawa pendapat-pendapat yang berbeda, beliau menyatakan:
“Pendapat yang paling benar adalah yang menyatakan bahwa mereka adalah para pemimpin dan penguasa, berdasarkan hadits-hadits shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memerintahkan untuk mentaati para imam dan penguasa selama termasuk ketaatan kepada Allah dan mengandung kemaslahatan bagi kaum mislimin. Seperti:
حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ مُسْلِمٍ الطُّوسِيُّ , قَالَ : حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ , قَالَ : حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عُرْوَةَ , عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِي صَالِحٍ السَّمَّانِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَيَلِيكُمْ بَعْدِي وُلاَةٌ , فَيَلِيكُمُ الْبَرُّ بِبِرِّهِ وَالْفَاجِرُ بِفُجُورِهِ , فَاسْمَعُوا لَهُمْ وَأَطِيعُوا فِي كُلِّ مَا وَافَقَ الْحَقَّ , وَصَلُّوا وَرَاءَهُمْ فَإِنْ أَحْسَنُوا فَلَكُمْ وَلَهُمْ , وَإِنْ أَسَاءُوا فَلَكُمْ وَعَلَيْهِمْ.
“‘Ali bin Muslim ath-Thausi telah menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Abi Fudaik menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdullah bin Muhammad bin ‘Urwah menceritakan kepada kami, dari Hasyim bin ‘Urwah, dari Abu Shalih as-Samman, dari Abu Hurairah, bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: “akan datang setelahku para pemimpin, orang baik akan menjadi pemimpin kalian dengan kebaikannya, dan orang jahat akan menjadi pemimpin kalian dengan kejahatannya. Maka dengarlah mereka, dan taatilah segala hal yang sesuai dengan kebenaran. Jika mereka berbuat baik, maka kebaikan itu menguntungkan kalian dan mereka juga, dan apabila mereka berbuat jahat, maka kalian akan mendapatkan pahala ketaatan, dan mereka akan mendapatkan dosa kejahatannya.”


