كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ

Kamu (wahai umat Muhammad) adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan bagi (faedah) umat manusia, (kerana) kamu menyuruh berbuat segala perkara yang baik dan melarang daripada segala perkara yang salah (buruk dan keji), serta kamu pula beriman kepada Allah (dengan sebenar-benar iman). (Surah Ali `Imran: 110)

Monday, October 13, 2014

Islam Kok Pacaran



Soal pacaran di zaman sekarang tampaknya menjadi gejala umum di kalangan kawula muda. Barangkali fenomena ini sebagai akibat dari pengaruh kisah-kisah percintaan dalam roman, novel, film dan syair lagu. Sehingga terkesan bahwa hidup di masa remaja memang harus ditaburi dengan bunga-bunga percintaan, kisah-kisah asmara, harus ada pasangan tetap sebagai tempat untuk bertukar cerita dan berbagi rasa.

Selama ini tempaknya belum ada pengertian baku tentang pacaran. Namun setidak-tidaknya di dalamnya akan ada suatu bentuk pergaulan antara laki-laki dan wanita tanpa nikah.

Kalau ditinjau lebih jauh sebenarnya pacaran menjadi bagian dari kultur Barat. Sebab biasanya masyarakat Barat mensahkan adanya fase-fase hubungan hetero seksual dalam kehidupan manusia sebelum menikah seperti puppy love (cinta monyet), datang (kencan), going steady (pacaran), dan engagement (tunangan).

Hukum Pacaran Menurut Islam



Islam agama yang sempurna telah mengatur segala seluk-beluk berkaitan dengan kehidupan manusia,Allah telah memberikan kepada setiap manusia kecendrungan untuk suka kepada lawan jenisnya,kecendrungan seorang laki-laki suka kepada wanita sebagai lawan jenisnya begitu pula sebaliknya,hal itu untuk mendukung serta menjadi penyebab berkembang biaknya anak manusia dan juga menjadi penyebab keberlangsungan kehidupan manusia di dunia ini,walaupun demikian Islam memberikan konsep yang sangat sempurna dan komplit terkait dengan pengaturan kecendrungan tersebut agar tidak menjadi penyebab terjadinya kerusakan serta madharat bagi kelangsungan hidup ummat manusia.

Islam Menganjurkan Nikah Bukan Pacaran
Kecendrungan yang kami sebut diatas apabila tidak diatur serta dimenej secara baik bisa dipastikan justru akan menyebabkan kekacauan serta kerusakan di muka bumi,betapa banyak kita mendengar dan membaca sebagian kaum perempuan yang telah dianggap sampah masyarakat karena pacaran yang akhirnya berujung petaka,bahkan dewasa ini masyarakat sudah mengetahui bahwa apabila seorang sudah mulai berpacaran itu tanda bahwa pergaulannya telah tercemar dan rusak.Islam menganjurkan ummatnya untuk segera menikah untuk menyalurkan kecendrungan kepada lawan jenis secara baik dan bertanggung jawab.

Pacaran: Sejuta Kerugian, Nol Manfaat



Kiblat saat ini sudah berubah. Kiblat yang saya maksudkan saat ini bukan kiblat untuk sholat, tetapi kiblat ideologi. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat khususnya di negara maju, maka secara tidak langsung berimbas terhadap pola pikir masyarakat negara berkembang bahwa negara tersebutlah yang dijadikan acuan secara mutlak. Tidak hanya untuk bidang teknologi, ilmu pengetahuan, ekonomi, ataupun bidang lainnya, tetapi terhadap hal-yang batiniah yang terlahir dalam tampilan fisik, seperti cara berpakaian dan pergaulan antar lawan jenis. Pergaulan antar lawan jenis yang sangat ditonjolkan disini adalah budaya pacaran.

Dunia Itu Penjara Bagi Orang Mukmin Dan Surga Bagi Orang Kafir


ilustrasi-belenggu

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dunia itu penjara bagi orang mukmin dan Surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim no. 5256)

Imam an-Nawawi rahimahullahu ta’ala berkata, “Maksudnya, setiap mukmin itu terpenjara di dunia, karena dia dilarang mengikuti hawa nafsunya dan mengerjakan yang haram dan makruh, bahkan diwajibkan menaati perintah Allah jalla wa ‘ala yang merupakan perkara berat bagi dirinya, tetapi apabila dia telah meninggal dunia, hatinya tenang karena akan memperoleh imbalan dari Allah subhanahu wa ta’ala.” (Syarah Muslim 18/93)

Dikisahkan bahwa Imam Ibnu Hajar rahimahullahu ta’ala dulu adalah seorang hakim besar Mesir di masanya. Beliau jika pergi ke tempat kerjanya berangkat dengan naik kereta yang ditarik oleh kuda-kuda atau keledai- keledai dalam sebuah arak-arakan.

Pada suatu hari beliau dengan keretanya melewati seorang yahudi Mesir. Si yahudi itu adalah seorang penjual minyak. Sebagaimana kebiasaan tukang minyak, si yahudi itu pakaiannya kotor. Melihat arak-arakan itu, si yahudi itu menghadang dan menghentikannya.

Sunday, October 12, 2014

10 Cara Sukses dalam Islam

Ada 10 Cara Sukses dalam Islam, ini belum semuanya, tetapi jika dilakukan ini sudah sangat dahsyat. Sudah banyak bukti dan cerita akan keberhasilan mengamalkan cara sukses. Bahkan, meski hanya salah satu yang difokuskan, tetapi hasilnya luar biasa.
Sukses yang kita raih, insya Allah sukses dunia akhirat, selama kita ikhlas. Kuncinya jangan pernah meminta balasan atau berharap kepada selain Allah. Dan niat utama kita adalah beribadah kepada Allah dan karena Allah. Bukan karena harta atau kesuksesan duniawi saja.
Jika kita mengharapkan akhirat, insya Allah dunia akan mengikuti.

10 Cara Sukses dalam Islam

#1 Niatkan Maka Kau Akan Mendapatkan
Rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadist:
Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. (HR Bukhari Muslim).

Wednesday, October 8, 2014

Dalam Demokrasi itu...



DALAM DEMOKRASI ITU


Ada fardhu 'ain yang DIBOLEHKAN.
misalnya: "Puasa Ramadhan bagi muslim itu boleh, tidak puasa juga ndak apa-apa". Intinya Puasa Ramadhan tidak diwajibkan, negara tidak perlu mengawalnya.

Ada fardhu kifayah yang DIBOLEHKAN  
misalnya: "Menyediakan masjid di kantor itu boleh, tidak ada juga ndak apa-apa". Intinya Negara tak wajib bikin masjid, tak ada APBN bikin masjid kecuali di Depag.

Ada fardhu 'ain yang DILARANG.
misalnya: "Memakai jilbab bagi muslimah polwan itu terlarang, tunggu ada SK". Intinya Negara melarang komunitas tertentu melaksanakan fardhu 'ainnya.

Sunday, October 5, 2014

Kewajiban Taat Kepada Pemimpin Kaum Muslimin

Terdapat hadits-hadits yang memerintahkan kita untuk taat kepada pemimpin atau taat kepada penguasa, dalam arti tetap setia di bawah kepemimpinannya, dan tetap melaksanakan perintah-perintahnya. Kita hanya dibolehkan menyelisihi perintahnya ketika perintah itu merupakan perbuatan maksiat kepada Allah, sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada al-Khaliq.” Meski begitu, kita tetap dilarang melawan atau melepaskan kesetiaan kita kepada pemimpin tersebut. Inilah kewajiban untuk taat kepada ulil amri.

Di antara hadits-hadits yang memerintahkan ketaatan dan kesetiaan kepada pemimpin kaum muslimin meski ia tidak adil antara lain adalah: